Catatan Pernikahan (Mae)

mae 2

sayang mae :’)

 

 

H E B O H! …Semua jengah ketika berita itu tersebar kurang dari sepersekian detik. Bagai salju yang bercokol di gurun pasir, semua mata terkesiap, memandang keagungannya. Kamu mae, tadi malam sudah menjadi salju itu diantara kita, khusus nya angkatan 16 ini ^__^. Tanpa tedeng aling-aling, tanpa ramai, kau langsung menembus batas, breaking the limits!

 

Sebelumnya, izinkan aku mengutip kata-kata Setia Furqon Kholid, sang motivator Β muda:

Jodoh itu, jangan tergesa-gesa takut malah nelangsa

Jangan bersantai ria takut malah terlupa

Jodoh itu ibarat sebuah momentum

saat persiapan bertemu dengan peluang

Ada yang sudah siap, namun belum bertemu peluang

Ada yang diuji dengan banyak peluang, namun belum siap

ini juga belum jodoh artinya

mau dimudahkan jodoh?

percepat kesiapan, perbanyak peluang.”

Jodoh itu, ibarat momentum saat persiapan bertemu dengan peluang. Kau telah membuktikannya mae!. Siapapun diantara kita sangat tahu siapa kau. Seorang yang keibuan (walau terkadang menyebalkan ._.), penyayang, penyabar, dewasa, pintar masak, ahli syariah, mahasiswi LIPIA, yang sangat patuh pada Tuhannya.

Benarlah AlQuran berbicara: orang yang baik untuk yang baik pula..high class for high class. Jodoh yang se kufu, sepadan, telah Allah hadirkan untuk mu, saat kau memang sudah siap. Aku sendiri tidak mengenal siapa itu ka Lukman yang akan menjadi suami mu nanti :3..tapi orang-orang bilang, ia hafizh al qur’an, sholih..masyaAllah haru menyeruak ke relung jiwa hingga semalaman aku terus teringat kamu, mae :”)…Teringat dulu..ah, banyak lah momen di villa ciremai kita ituu…dan kini, kau siap di sunting, di peristri oleh lelaki yang sholih..betapa sangat bahagia πŸ™‚

Unik. Saat menginjakan kaki ini pertama kali di bumi husnul khotimah, cara pandang ku dalam hidup benar-benar berubah 180 derajat. Dari berbagai aspek, salah satunya cara pandang tentang pernikahan. Diluar sana(diluar HK), misal di lingkungan ku, unj, hampir tidak ada yang menikah muda..tabu rasanya atau barangkali tidak lazim….seolah pernikahan itu adalah penghujung waktu setelah bersusah payah menuntut ilmu. Nikah minimal harus lulus S1, atau minimal sudah bekerja untuk pria. Pemikiran yang wajar dan memang lazim dikalangan khalayak umum. Tetapi ketika aku memasuki dunia hk, tradisi itu di tepis. Tidak sedikit alumni yang menikah, sambil tetap kuliah. Menikah menjadi proses yang di pupuk sejak dini. Menikah yang memang membawa berkah. Seperti zaman sahabat nabi, yang dinikahkan ketika sudah baligh. Usamah bin Zaid, menjadi panglima di usia 18 tahun setelah menikah dengan Fathimah Binti Qois di usia 16 tahun, atau tokoh-tokoh lain yang sukses justru setelah ia menikah. Jadi, menikah itu bukan akhir, tetapi juga proses.

‘Ala kulli hal, dua-duanya tidak masalah. Asalkan pertanyaannya, ketika memang sudah siap dan ada peluang, mengapa harus ditunda? Dan kalau memang belum siap, mengapa harus bermain-main dengan cinta? Menikah atau tidak. itu saja, tidak ada itu pacaran, tidak ada HTS. Inilah susahnya. Ketika kebutuhan biologis sudah memberi sinyal, namun belum ada kesiapan secara materi atau mental untuk menikah. Inilah ujiannya bagi para pemuda. Ketika hati sedang bersemi dan berbunga-bunga nya, namun agama melarang karena belum halal. Ini lah sulitnya ‘menjaga hati’. Β Apalagi bagi wanita yang kerap kali mudah terhanyut oleh polesan manis kata-kata janji dari pria. Wanita itu butuh kepastian bukan janji. Karena wanita, hanya bisa menunggu. Maka itu, selagi masih muda, sibukan diri dengan hal-hal positif, agar kita tidak terperosok dalam lubang zina.

Begitu kira-kira pelajaran fiqih yang kita pelajari tentang hukum menikah. Wajib, apabila sudah siap dan ada peluang. Sunnah ketika sudah siap belum ada peluang, dan haram ketika belum siap dan belum ada peluang. Dan kita sendiri yang paling tahu, dimana posisi kita saat ini. Nah, kalau sudah siap, silahkan! hehe :3

ijab-kabul

Ijab Qobul

Menikah. menyebut kata itu, hati bergetar sendiri. Hal yang sangat sakral dan mulia, dimana malaikat berkumpul menaungi jabatan tangan dari 2 pria: Ijab dan Qobul. Dua kata yang sakral. karena Allah, dan para mailkat dia arsy sana memuji, memberkati janji dua pasangan yang Β diikat oleh ikatan yang suci: pernikahan. Bukan sebatas memuaskan hawa nafsu, tetapi lebih besar dari itu: Menyatukan dua jiwa untuk bersinergi dalam ketaatan pada Allah, bersinergi dalam berdakwah menyebarkan Islam ke seluruh penjuru, bersinergi dalam melahirkan generasi-generasi penerus yang nantinya dipamerkan oleh nabi Muhammad di akhirat. Seperti sabda beliau:

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan subur (banyak anak), karena sesungguhnya aku akan membanggakan (banyaknya jumlah kalian) dihadapan umat-umat lain”

Menikah. Lagi-lagi aku tersenyum membacanya. Sedewasa itu ternyata teman-teman ku. Aku jadi malu, karena masih jauh pikiran ini dari kata menikah. Padahal memang sebagai perempuan, sudah harus di persiapkan sedini mungkin. Bukan berati aku menggembar gemborkan nikah muda ya πŸ˜€ ..bagiku, menikah itu harus memiliki ‘values’ dan ‘misi’. Bukan ‘kapan’ atau ‘dengan siapa’ nya kita menikah, tapi ‘untuk apa’ dan ‘dengan cara apa’ kita menikah nantinya πŸ™‚

And MAE, you are my best! semoga kami-kami yang jomblo ini cepat menyusul!! haha

tesa mae

Tesa and MAE πŸ™‚

Advertisements

5 thoughts on “Catatan Pernikahan (Mae)

  1. Jadi senyum2 sendiri ketika membaca tulisan mbak. Emang kadang rada “tabu” membahas yang namanya “pernikahan”. 😦 Jadi pengen fokus kuliah, selesain S1, S2 dan S3 dulu πŸ™‚

    Setiap perempuan ketika dibahas hal ini, selalu yang diminta kepastian. Dan pernah dengar kalau sampai umur 25 belum ada yg meminang, si perempuan bawaannya bakal “galau”. (Ini beneran atau mitos ya mbak? :))

    Semoga dipermudah jodohnya mbak; diperdekatkan yang jauh, dimunculkan yang tersembunyi dan diperjelas kemana hati ini akan mengarah. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s