Apa Kabar Ummat Ini?

ummah

Apa kabar ummat ini?

Siang itu, aku terpaku di depan layar ponsel.

Apa lagi ini? berita apa lagi ini?

Penyembelihan 21 orang mesir kristen koptik oleh ISIS Libya. Apalagi ini ya Rabb?

Tak terasa mata ini panas; berkaca-kaca. Ditambah lagi ketika menelusuri berita itu lebih lanjut, dalih pembunuhan adalah balas dendam atas terbenuhunya seorang Muslim di sebuah gereja.

Sebengis itukah Islam? Apa ini konspirasi yahudi(lagi)?

Apa iya, ISIS itu memang benar Islam?

Tentu kita masih ingat betul berita yang ramai kemarin sore: Pembunuhan 3 pelajar Muslim Amerika oleh seorang atheis di Chapel Hill. Kita tak mungkin lupa, sebab berita ini menjadi trending topic di twitter kurang dari 24 jam saja dengan hastag #ChapelHillShooting : penembakan di Chape Hill. Penembakan yang tak beralasan. Hanya karena mereka bertiga adalah orang Muslim yang pintar.

Lalu berita di tanah air yang tidak kalah hangat: Penyerangan sekelompok syiah terhadap majlis azzikra milik Arifin Ilham.

Ramai, heboh, lempar sana-sini, sikut sana sini..Ya Rabb.

Seandainya Rasul masih hidup, aku ingin sekali melihat ekspresi wajahnya tentang ummat ini kini.

‘Islam ku bukan Islam mu’. Seolah Islam kita berbeda. Entahlah, semenjak aku berada disini(mesir), arus berita perpolitikan timur tengah mengalir deras. Sedikit sedikit jadi tahu, bahwa kini timur tengah sedang pecah belah, bergejolak. Demo dimana-mana. Entahlah itu demo tentang presidennya atau apa. Negeri kinanah ini, menjadi menyeramkan ketika mendengar demo. Ya Rabb..

Belum lagi jika kita menengok apa yang terjadi di tanah air. Islam terbagi dengan ormas nya, partainya, majlisnya, atau apalah. Semua kisruh, media pun isinya tak karuan. Entah yang mana yang benar yang mana yang salah. Lebih sedih lagi ketika melihat sosmed, presiden ku tidak henti-hentinya di bully. Lalu Indonesia ku kini, generasi mudanya sedang di cecoki racun Jaringan Islam Liberal, budaya barat, Islamophobia, free sex, pacaran islami dan masih banyak lagi. Oh ya Rabb, ummat Mu kini sedang kehilangan cahayanya. Bagaimana tidak? generasi muda kami sedikit yang bisa membaca Al Quran, apalagi mengahafalnya bahkan mengamalkannya. Al Quran itu telah terpisahkan selangkah demi selangkah dari kehidupan kami..generasi muda kami sedikit yang mengenal Nabi nya..Sedikit yang terus mengingat Nya..Astagfirulloh..

Malam ini, aku termemenung. Siapa aku? apa kontribusi ku untuk ummat yang sedang terkoyak ini? Ditindas dari atas, di tendang dari bawah, di sikut kanan kiri. Ummat Islam kini…’berapa harganya?’.

Apalagi kini aku sedang belajar agama di salah satu universitas yang menjunjung tinggi nilai toleransi dalam bergama: wasathiyyah. Jika bukan kami-kami ini yang mendalami agama, lalu siapa lagi? masih pantaskah acuh terhadap Alquran disaat ummat ini membutuhkan lahirnya ulama-ulama muda?

Ulama muda yang energi nya masih meletup-letup, yang siap membela Islam, dan menaikan derajatnya di mata dunia, terlebih di mata Allah. Ulama-ulama itu kini, sedang dibina, di harapkan betul hasilnya di tanah air. Lalu kita disini, pantaskah masih berleha-leha?Pantaskah kita masih sering pergi ke mall dari pada ke masjid untuk talaqqi? Pantaskah kita masih malas mengaji, malas mengkaji, malas mengahafal, apalagi malas atau lupa mengamalkan Al Quran? astagfirulloh…

Padahal mungkin kedua orang tua kita di Indonesia sana, sedang berdoa penuh ke khusyuan diatas sajadahnya, berderai air mata, mendoa kan anak-anaknya, agar selalu diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu. Padahal, kedua orang tua kita tidak pernah mengeluh dalam mencari nafkah setiap hari, bekerja banting tulang memeras keringat, hanya demi kesuksesan anaknya. Apa masih pantas kita berlaku demikian?…

Rasul ku, kami rindu engkau…Ummat mu kini, sedang kembali merapikan puzzle, mengkohkan pondasi, sehingga kami bisa bersatu untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Sekalipun sesungguhnya Allah tidak butuh tangan-tangan kami untuk memenangkan agama Ny-, karena Ia Maha Kuasa, tetapi setidaknya, tangan-tangan kami ini bisa menjadi saksi, bahwa dahulu kami pernah sedikit berkontribusi untuk agama MU. Semoga..

Cairo, 16 Februari 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s